BRMP Sistem Perkuat Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan di Bulukumba
Bulukumba, 22 September 2026 — Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) memperkuat koordinasi dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan melalui Rapat Koordinasi Strategi Swasembada Pangan Berkelanjutan Menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Kabupaten Bulukumba, Selasa (22/9), bertempat di Aula BPP Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Kegiatan dihadiri Kepala BRMP Sistem, Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si., perwakilan BRMP Sulawesi Selatan, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bulukumba, Ketua Tim Kerja BPP Bulukumba, serta para koordinator dan penyuluh pertanian se-Kabupaten Bulukumba. Rapat berlangsung interaktif dengan koordinasi aktif dalam membahas capaian Luas Tambah Tanam (LTT) September serta proyeksi potensi tanam Oktober.
Dalam arahannya, Muhammad Thamrin menekankan pentingnya memaksimalkan potensi lahan yang tersedia. Setelah panen, lahan diharapkan segera diolah dan ditanami kembali sehingga potensi tanam pada Oktober dapat dikawal bersama untuk mendukung ketersediaan pangan hingga Januari. Penguatan dukungan benih, pupuk, air, serta kesiapan calon petani dan calon lokasi (CPCL) juga menjadi bagian penting dalam pengawalan di lapangan.
Dalam mendukung program swasembada pangan melalui Program PM AAS, progress kegiatan di berbagai wilayah Kabupaten Bulukumba terus diupayakan dan dikawal. Potensi luas tanam yang masih dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan capaian program. Setiap perkembangan yang dilakukan di tingkat wilayah akan terus menjadi perhatian dan diapresiasi sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian target swasembada pangan.
Dalam diskusi bersama Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bulukumba, dibahas pula upaya penguatan dukungan alat dan sarana pertanian. Berbagai usulan bantuan yang masih dapat dioptimalkan akan terus diupayakan melalui koordinasi dan pengajuan lebih lanjut untuk mendukung kegiatan petani.
Perwakilan BRMP Sulawesi Selatan, Farida, turut menyampaikan apresiasi terhadap capaian Kabupaten Bulukumba dalam mendukung program swasembada pangan. Progress yang telah dilakukan di berbagai wilayah diharapkan terus ditingkatkan dan dikawal bersama. Terkait kebutuhan pupuk organik dalam program PM AAS, upaya pemenuhan juga terus didorong melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia di tingkat petani.
Salah satunya melalui pemanfaatan jerami sebagai bahan organik yang dapat difermentasi menggunakan Promi. Satu bungkus Promi dapat dimanfaatkan untuk sekitar 2 ton bahan jerami yang dicampur dengan kotoran ternak dan dapat dipraktikkan langsung di lahan. Pemanfaatan bahan organik tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketersediaan pupuk organik sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.
Koordinasi juga membahas potensi LTT Oktober serta langkah pengawalan program pertanian hingga Desember. Informasi kondisi iklim dari unsur meteorologi dan klimatologi menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun strategi tanam, sehingga potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Melalui koordinasi dan sinergi antara BRMP Sistem, pemerintah daerah, BRMP Sulawesi Selatan, serta jajaran penyuluh, berbagai potensi dan progress di lapangan terus dioptimalkan. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat percepatan tanam, optimalisasi lahan, dan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bulukumba. Setiap capaian dan upaya yang dilakukan di berbagai wilayah akan terus dikawal dan diapresiasi sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.